Untuk memperingati tahun baru hijriyah 1437 hijriyah, sekolah saya mengadakan lomba cerdas cermat dan nasyid. Acara ini digelar pada tanggal 15 Oktober (hari ini). Cerdas cermat diwakili oleh teman saya (sebut saja) Sinem. Dan untuk nasyid diwakili oleh teman saya (sebut saja) Sayem dan saya sendiri. Iya, SAYA. Oke, gak usah kaget.
Flashback...
Sekitar seminggu yang lalu, ada pengumuman akan diadakan lomba cerdas cermat dan nasyid. Satu tim terdiri dari tiga kelas. Kelas saya gabungan dengan kelas 10 G dan 11 ipa 1. Untuk lomba cerdas cermat per kelas diwakili 1 orang. Jadi, setiap tim ada tiga orang. Dan untuk lomba nasyid, setiap kelas diwakili oleh 2 orang. Jadi, setiap tim ada 6 orang. Dan teman sekelas memilih siapa yang cocok untuk mewakili kedua lomba tersebut. Untuk lomba cerdas cermat, teman - teman memilih si Sinem tadi. Dan untuk nasyid belum ditentukan siapa. Sebenarnya sebagian ada yang memilih saya, namun saya tidak mau. Karena apa ? Karena saya sibuk mengatur jadwal. Ada jadwal syuting iklan panu, syuting film banci yang tak dirindukan, syuting sinetron perempuan di tengah jalan, dan masih banyak lagi. Iya, saya amat sangat sibuk mengatur jadwal itu sendiri. Karena manager saya sedang cuti melahirkan yang ke 15 kalinya. *semua ini hanya fiksi belaka*
Sejak saat itu, saya ditawari oleh ketua kelas (sebut saja) Paijo agar mau untuk ikut dalam lomba nasyid tersebut. Dia terus membujuk saya.Tapi saya tetap menjawab tidak mau. Iya, pokoknya saya tidak akan ikut itu. Titik ga pake koma. Karena saya takut jadwal syuting terganggu. #huekkk.
Dan sampai akhirnya, tanggal 13 Oktober kemarin, teman sekelas bingung. Karena belum tahu siapa yang akan mewakili lomba nasyid. Ada yang membujuk saya agar saya mau. Padahal kan ada Sri, Sutri, Sutini, Sukini yang suaranya juga bagus. Kenapa harus saya ? *oiya lupa, saya kan artis*
Sebenarnya ada cara lain agar tidak ikut dalam nasyid tersebut. Yaitu dengan membayar denda sebesar tiga ratus ribu rupiah. Iya, 300.000. Tapi kan sayang, uang sebanyak itu kalau dibelikan jajan di indomaret dapet banyak.
Anak kelas 10 G dan 11 ipa 1 sudah mempersiapakan siapa yang mewakili. Tapi, kelas saya belum ada yang mewakili saat itu. Kami sekelas berunding, tapi tidak ada yang mau mewakili kelas. Namun, satu - satunya orang yang mau adalah si Sayem. Tapi kan kurang 1 orang lagi. Akhirnya Sayem bilang, "pokoknya besok (tanggal 14) harus ada yang datang latihan di rumahku. Siapapun itu."
Si Sayem juga marah kepada saya, "kamu itu diberi amanah sama teman - teman untuk ikut, pokonya kamu harus mau. Pokonya harus datang di rumahku besok."
Tapi saya tetap tidak mau. Titik. Si Sayem marah kepada saya. Saya ajak bicara dia, dia diam tidak menjawab. Saya salah apa woyyy. Kan saya bilang tidak mau. Piye sih. Sampai dia pulang, dia tetap marah kepada saya.
Setelah saya pikir - pikir, ya tidak ada salahnya saya ikut nasyid itu. Walaupun suara saya tidak bagus. Walaupun harus mengorbankan waktu syuting yang sangat berharga. huekkkk. Ya udah, bagaikan pahlawan kesiangan, saya pergi ke tempat Sayem tanggal 14 Oktober (hari libur) untuk latihan. Akhirnya kami ber-enam latihan.
Dan hari ini, kami tampil. Kami sukses membawakan 2 lagu. Iya, saking suksenya, semua penonton sampai menutup kuping. Ya, itu semua karena suara saya yang sangat merdu. Alias merusak dunia. Huahahahahhahahahhahahahha.
![]() |
| tim |
Artis pamit !
