Monday, November 9, 2015

BRUAKKKKK !

Hari Minggu kemarin, saya bersama teman - teman ke SMAN 2 Madiun untuk mengikuti babak penyisihan MEDSPIN. Apah ? Artis ikut medspin ? Iya, benar sekali. MEDSPIN atau singkatan dari Medical Science and Application adalah lomba kedokteran yang diadakan oleh Universitas Airlangga (Unair). 

Satu tim terdiri dari 3 orang. Di tim saya ada Ilham sama Yoga. Yak, bisa dipastikan, dalam satu tim ini saya yang paling cantik. Yaiyalah, soalnya yang lain cowok -__-. Kami ikut lomba ini pun juga iseng. Siapa tahu kami beruntung. Siapa tahu kelak kami masuk Unair. Siapa tahu kelak kami jadi dokter. Amin. #apasih.

Saat mengerjakan soal, kami tidak bisa serius. Apalagi setelah si Ilham mengatakan seperti ini, 

"Lihat itu anak depan kita, seperti gentong duduk," sambil cengengesan.

Setelah itu, saya dan Yoga melihat anak di depan kami. Dan benar sekali. Ada anak perempuan, berjilbab, dan badannya itu melar banget alias besar. Sepertinya berat badan dia 4 kali lipat lebih besar dari saya. Atau mungkin 5 kali lipat lebih besar dari saya. Atau mungkin........ah sudahlah. Dan kami bertiga saat mengerjakan soal sambil cengengesan membahas anak tadi. Astaghfirulloh. Maafkan kami ya Allah. -__-

Lupakan anak tadi. Kami bertiga mengerjakan soal soal yang amat sulit itu tentunya dengan jurus pengawuran. Kita gunakan jurus utak - atik matuk. Kami berhasil mengerjakan 81 soal dari 100 soal. Apakah semua benar ? Tidak. 

Dan hasilnya akan diumumkan langsung beberapa jam lagi setelah tes. Daripada nunggu lama, kami keluar ke salah satu tempat. Tujuan kami adalah ke Gramedia yang ada di matahari mall. Ya, biar kelihatan seperti pelajar sejati. Sok - sokan baca buku, padahal niatnya cuma ngadem. Selain saya, Ilham, sama Yoga ada tiga anak lagi. Mereka adalah Vindi, Nitia, Yanuan. Saya boncengan sama Yanuan. 

Saat saya menyetir dengan tenang, damai, dan sejahtera, tiba - tiba si Yoga yang berada di depan saya nge-rem motor. Karena berada di belakangnya, saya pun juga ikutan ngerem mendadak. Satu detik setelah saya ngerem, terdengar suara BRUAKKKKKK di sebelah kanan saya. Setelah itu terdengar anak kecil menangis dengan keras. Dalam hati saya bertanya - tanya. Apakah yang terjadi ? Apa yang saya perbuat ? Omegat ! #ALAY

Setelah itu, saya langsung berhenti, melihat kebelakang, turun dari motor, melongo melihat ibu - ibu yang jatuh dari motor dengan membonceng dua anak, dan salah satu anaknya berada di dalam gendongan. 

Dengan wajah polos, saya hanya melihat mereka, sambil mulut tetap melongo. Bodohnya saya tidak langsung membantu orang yang jatuh tadi. Sampai akhirnya ada mas - mas yang menolong mereka. Ketika mas - mas tadi menolong, saya masih berdiam diri di tempat. Padahal teman - teman saya juga ikut membantu.
Sementara yang saya lakukan hanya berdiri, melongo, sambil melihat mereka. Saya belum bisa berkata apa - apa. Dalam hati saya berfikir, siapa yang salah ? Apakah saya ? Apa ibu ibu tadi ?

Setelah itu saya sadar, dan ikut membantu. Setelah kami cek, kedua anaknya tidak apa - apa. Dan yang nangis (yang digendong) mungkin hanya kaget. Untungnya tidak ada yang luka. Hanya Ibunya yang ada goresan sedikit di tangan dan kaki. Tapi tidak parah. Alhamdulillah. 

Saya berfikir, apakah saya akan dilaporkan ke polisi ? Tapi ternyata ibu tadi tidak menyalahkan siapa - siapa. Dia menyadari kalau dia juga salah. Kronologis kejadiannya mungkin seperti ini. Ketika saya ngerem mendadak, ibu itu bingung dan dia ingin menyalip lewat sebelah kanan saya. Karena jarak motor saya dengan ibu itu terlalu dekat, dia menabrak bagian kanan motor saya. Dan akhirnya jatuh. 

Jalan yang kami lalui saat itu memang ramai. Harusnya ibu tadi mengendarai motor dengan pelan. Agar bisa mengantisipasi kalau ada yang ngerem mendadak. Loh kok saya menyalahkan Ibu tadi ? Saya juga salah sih, kenapa saya ngerem mendadak. Tapi kalau saya tidak ngerem mendadak, berarti saya menabrak Yoga. Ah, sudahlah. 

Setelah keadaan tenang, Ibu bersama kedua anaknya meneruskan perjalanan. Entah mereka mau kemana. Kami juga meneruskan perjalanan menuju Gramedia. Saya masih shock sebenarnya. Akhirnya, yang menyetir adalah Yanuan. 

Setelah dari Gramedia, makan, sholat kami kembali lagi ke Sma 2 Madiun. Apakah tim saya lolos ? Tidak. Hanya diambil 2 tim yang berhak menuju babak selanjutnya. Dan diantara 81 soal yang terjawab, yang benar hanya ada 19. Berarti yang salah ada 62. Apa - apaan ini, wkwk.

Setiap soal yang benar memiliki skor 4, dan yang salah akan dikurangi 1. Jadi, skor saya adalah ((19 * 4) - 62) = 14

Oemji ! Skor yang amat sangat fantastis. Ya, kami hanya mengandalkan jurus pengawuran, haha. 

Saya mau berpesan, "Janganlah Anda ngerem mendadak, karena itu akan membahayakan orang lain."

Satu lagi, "Janganlah kalian mentertawakan kegemukan orang lain. Karena sesungguhnya gemuk adalah anugerah."

HUAHAHAHAHAHA.

Sekian, Agnes Pratiwi Puspanagari pamit !

15 comments:

  1. Semoga penulis dan yang baca bisa sedikit lebih gemuk :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh, kalo saya jangan tambah gemuk lagi. cukup segini saja :D

      Delete
  2. Iya, kalo ada tes emang sebaiknya yang gak tau gak usah di isi.. soalnya akan mengandung -1. Ini masih untung nilainya gak minus.. hahaha...

    Ini belum dijelaskan di yoga kenapa ngerem mendadak yaa.. Kamu belum nanya ke dia...? Ya sudah yang penting semua korban selamat..

    Iya, mengerem mendadak bisa mencelakai diri sendiri dan orang lain..

    Dan tidak baik juga menertawakan orang lain.. kecuali kalau dia sedang melawak dan lucu.. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih, untuk gak minus. banyak kok tim yg dapet nilai minus
      dia ngerem mendadak karena jalannya emang lagi rame banget saat itu,
      haha...semoga Allah mengampuni dosa dosa kami :D

      Delete
    2. Oh gitu.. Iya bener kalo rame mending pelan aja..

      Aamiiin ya Rabb... :-)

      Delete
  3. Gemuk adalah kutukan.. aku takut gemukkkkkk :'D

    ReplyDelete
  4. Gemuk bukanlah kutukan tapi kesuburan artinya hormonnya banyak tuh hehe

    ReplyDelete
  5. Aish, yups, yang penting sehat :)

    ReplyDelete
  6. ngerem mendadak emang jadi yang belakangnya mendadak juga :D

    ReplyDelete
  7. kiran sman 2 jakarta, ternyata madiun. itu di jakarta ada unair juga perasaan deh... apa cuma perasaan ya? ah, sudah lah. bawa perasaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, ada mungkin. soalnya ini kompetisinya seluruh indonesia. eh, bahkan katanya seluruh asia tenggara.

      Delete